Posisi Menyusui Buat Ibu dan Bayi

Sabtu, 21 Januari 2012 - Diposting oleh Badal di 00.38
DALAM minggu-minggu awal posisi menyusui yang baik sangatlah penting. Posisi menyusui yang baik dapat menjaga kesehatan puting susu, menghidarkan dari luka serta memungkinkan bayi menyusu dengan efisien. Luka pada puting ini sesungguhnya dapat dihindarkan dengan posisi menyusui yang benar. Anda mungkin menyadari bahwa ini adalah topik yang panjang. Namun yakinlah bahwa keberhasilan menyusui telah dicapai ibu dan bayi sejak ratusan tahun lalu. Namun sesederhana apapun suatu hal, tetap dibutuhkan penjabaran untuk menggambarkannya dengan baik.

Tahapan Dasar untuk Posisi Menyusui yang Baik

Posisikan diri pada keadaan nyaman, gunakan penyanggah di bagian punggung, bantal penyanggah tangan, dan penggunaan penyaggah kaki khusus atau buku telepon untuk menyamankan posisi kaki.
Posisikan bayi dekat dengan ibu, pinggul bayi menyamping (kearah badan ibu), sehingga bayi tidak menggerakkan kepalanya untuk mencapai payudara. Mulut dan hidung bayi menghadap puting ibu. Jika memungkinkan minta bantuan seseorang untuk memposisikan bayi setelah anda duduk nyaman. (Lihat Seputar Aturan Dasar”)
Sanggah payudara sehingga tidak menekan dagu bayi. Dagu bayi diarahkan ke payudara. (Lihat Tehnik Menyanggah Payudara” di bawah ini)
Lekatkan bayi pada payudara ibu. Bantu bayi agar mau membuka lebar mulutnya dan tarik bayi sedekat mungkin dengan menyanggah punggungnya (bukan kepalanya) sehingga dagu bayi terarah ke payudara ibu. Hidung bayi akan bersentuhan dengan payudara. Tangan ibu membentuk leher kedua/sanggahan leher untuk bayi (lihat “Apakah bayi saya pada posisi yang benar” di bawah ini)
Nikmatilah! Bila anda merasa puting anda sakit, lepaskan bayi dari payudara dan posisikan kembali perlahan.

Tahapan ini mungkin harus sering diulang pada masa awal menyusui. Namun pada akhirnya anda dan bayi anda akan menemukan cara yang paling sesuai.

Seputar Aturan Dasar

Semakin berpengalaman anda dan bayi anda dalam hal menyusui, anda akan menemukan bahwa posisi menyusui dapat diubah-ubah dalam banyak cara, bahkan pada saat perpindahan menyusui ke menyusui berikutnya. Anda dapat menggunakan cara yang paling sesuai dengan anda yang terpenting anda merasa nyaman dan bayi dapat menyusui dengan baik. Cobalah beberapa posisi menyusui di bawah ini. Ingat, penting untuk meletakkan bayi setinggi puting anda di setiap posisi manapun. Posisi bayi terlalu bersandar dapat menyebabkan bayi merasakan sakit pada punggung, leher atau ketegangan pada bahu ataupun sakit atau luka pada puting ibu.

Posisi Mendekap
posisi menyusuiPosisi ini sangat sering digunakan pada minggu-minggu pertama menyusui. Posisi "Mendekap-Silang” memberikan ibu keleluasaan kontrol yang lebih. Ketika menyusui bayi di pangkuan pada posisi ini, bayi harus berbaring menyamping, bersandar pada bahu dan pinggulnya serta tinggi mulut sejajar dengan putting ibu. Gunakan bantuan bantal untuk menaikkan posisi bayi dan menyanggah siku anda sehingga bayi berada posisi setinggi putting ibu, terutama di minggu-minggu awal menyusui.

Sanggahlah payudara anda dengan genggaman "U” atau genggaman "C”. Lihat penjelasan pada "Tehnik Menyanggah Payudara“ di bawah ini. Kepala bayi akan berada di lengan atas ibu dan punggungnya pada lengan dalam dan telapak tangan ibu. Pada saat menunduk anda dapat melihat bagian samping badan bayi. Sedikitnya setengah inchi bagian aerola (bagian gelap dari puting susu) payudara ibu berada dalam mulut bayi. Pastikan telinga, bahu dan pinggul bayi dalam posisi garis lurus. Layaknya bayi yang baru lahir, kepala dan pantat bayi akan berada pada posisi sejajar.

Posisi Mendekap-Silang
Pada masa awal menyusui, banyak ibu yang menemukan variasi posisi mendekap atau dikenal dengan posisi mendekap-silang sangatlah berguna. Posisi ini menggunakan penyanggah bantal yang diletakkan di pangkuan ibu dan berfungsi menaikkan posisi badan bayi agar mencapai puting susu ibu. Bantal yang digunakan juga harus dapat menyanggah kedua siku ibu sehingga berat bayi tidak tertopang di tangan ibu, menahan berat bayi di tangan dapat menyebabkan ibu merasa lelah sebelum proses menyusui selesai.

Posisikan tangan kiri pada genggaman "U” untuk menyanggah payudara pada saat menyusui di payudara kiri (lihat Tehnik Menyanggah Payudara). Jari-jari tangan kanan digunakan menyanggah bayi. Posisikan tangan anda dengan perlahan di belakang telinga dan leher bayi, letakkan ibu jari dan jari telunjuk di masing-masing belakang telinga bayi. Biarkan leher bayi bersandar pada telapak tangan antara ibu jari dan telunjuk yang membentuk lapisan leher kedua untuk bayi. Telapak tangan berada pada bagian badan antara bahu bayi. Sejak awal akan menyusui bayi pastikan posisi mulut bayi dekat dengan puting susu anda. Pada saat bayi membuka mulutnya, bantulah dengan mendorongnya perlahan dengan telapak tangan anda yang berada di antara bahunya. Pastikan sedikitnya setengah inchi bagian aerola dari puting ibu berada dalam mulut bayi.

Posisi Mencekram atau Sepak bola

Posisi ini sangat baik untuk ibu yang melalui proses melahirkan secara caesar, dengan posisi ini bayi berada jauh dari luka operasi. Pada umumnya bayi sangat menyukai posisi ini. Posisi ini juga memudahkan bayi untuk bereaksi lebih baik pada saat ibu berada pada kondisi air susu mengalir karena refleks (mengalir dengan sedirinya). Pada posisi ini, bayi berada di posisi samping ibu dengan tangan ibu menyanggah kepala bayi sementara punggung bayi berada sepanjang lengan. Anda menyanggah payudara dengan posisi genggaman "C” ( Lihat Teknik Menyanggah Payudara” untuk mengetahui posisi ini lebih lanjut). Posisikan bayi menghadap anda dengan mulut bayi berada pada ketinggian yang sama dengan puting ibu. Kaki bayi berada dibawah lengan anda dengan pinggul menyamping dan kaki bayi tertumpu di sandaran punggung. Bantal penyanggah sangat membantu memposisikan bayi pada ketinggian yang diharapkan.

Posisi Tidur Menyamping
posisi menyusuiBanyak ibu yang merasakan nyaman dengan posisi berbaring saat menyusui terutama pada malam hari. Pada posisi ini, bayi dan ibu berada pada posisi berbaring saling berhadapan. Agar lebih nyaman anda dapat meletakkan bantal penyanggah di bagian punggung anada dan/atau di antara kaki/lutut anda. Sementara bantal penyanggah ataupun gulungan selimut dapat diletakkan dibelakang punggung bayi utnuk menjaga bayi tidak berguling menjauh dari anda. Anda dapat mendekap bayi anda dengan memposisikannya kepala bayi di lengan atas dan badan bayi di sepanjang lengan bawah anda. Miringkan posisi pinggul bayi, posisi telinga, bahu dan punggung bayi berada pada satu garis lurus. Pada posisi ini bayi akan lebih mudah menyusui. Beberapa ibu menemukan posisi ini sangat menolong bahkan di siang hari.

Teknik Menyanggah Payudara
teknik menyusuiPada saat anda menyanggah bayi anda pada salah satu posisi menyusui diatas, anda juga perlu menyanggah payudara anda dengan tangan anda yang bebas. Menyanggah payudara akan memindahkan berat payudara ibu dari dagu bayi sehingga bayi lebih dapat menyususi dengan baik dan efektif.

Genggaman “C” – Lihat kembali ilustrasi posisi dekap” di atas dan perhatikan gambar disamping ini. Sanggah payudara anda dengan posisi ibu jari di bagian atas tepat di belakan aerola (kulit gelap di sekitar puting) dan jari lainnya di bagian bawah payudara. Posisikan jari-jari tersebut tepat di belakang mulut bayi. Genggaman ini dapat digunakan dan membantu pada saat menyusui baik untuk posisi mencekram/sepak bola maupun posisi dekapan.

Genggaman “U” - Letakkan jari jari anda pada posisi paralel/sejajar pada rusuk di bawah payudara, jari telunjuk anda berada disekeliling bawah payudara. Jatuhkan siku anda sehingga paudara sepenuhnya tersanggah diantara ibu jari dan jari telunjuk. Ibu jari berada di bagian luar payudara sedangkan ibu jari di dalam daerah payudara. Genggaman ini dapat digunakan dan membantu pada saat menyusui dengan posisi dekapan ataupun posisi dekapan-silang.

Benarkah Posisi Menyusu Bayi Saya ?

Pada saat akan menyusui, dekatkan atau tempelkan puting anda pada bibir bawah bayi. Hal ini mebantu untuk membujuk bayi mau membuka lebar mulutnya (seperti sedang menguap) untuk Pelan-pelan posisikan puting anda ke dalam mulut bayi ke arah langit-langit mulutnya, kemudian dekatkan bayi ke anda dengan posisi dagu menempel.

Tanda-tanda bayi pada posisi menyusui yang benar :

Hidung bayi anda hampir menyentuh payudara anda.
Kedua bibirnya terdorong terlipat keluar
Sedikitnya sekitar 1/2 inchi bagian aerola anda berada dalam mulut bayi

Aabila anda merasakan tidak nyaman atau sakit pada saat menyusui, letakkan perlahan jari anda dalam mulut bayi, diantara gusinya, untuk melepaskan bayi dari payudara kemudian coba posisikan kembali. Bayi yang disodorkan payudara ibu akan menghisap tannpa proses menelan ketika ia memposisikan puting ibu dalam mulutnya seakan memberikan tanda bahwa bayi siap menerima tetesan air susu ibu. Kemudian pada saat bayi mulai mendapatkan air susu, anda akan melihat dagu bayi bergerak ke arah telinganya. Begitu juga area disekeliling dahinya akan bergerak-gerak. Anda juga akan mendengar bayi menelan air susu, agak cepat di awal, kemudian melambat seiring dangan hilangnya rasa haus/laparnya.

Sumber : http://www.llli.org/llleaderweb/LV/LVAugSep00p63.html (bayidananak.com)

Stimulasi Bayi Cerdas Sejak Dalam Kandungan

Diposting oleh Badal di 00.35
Jakarta: Siapa yang tak ingin punya bayi cerdas, lucu dan menggemaskan seperti di iklan-iklan televisi? Oh ya, Anda tentu ingin memiliki bayi seperti model-model kecil itu. Bukan suatu hal yang mustahil untuk memiliki bayi lucu, cerdas dan menggemaskan. Toh kecerdasan itu harus dilatih, bukan datang dengan sendiri dan dibiarkan saja.

Tetapi bagaimana jika ternyata si calon bayi itu masih berusia 3 minggu atau satu bulan? Bagaimana melatih kecerdasan bayi yang bahkan belum lahir? Untuk itulah, Woman memberikan beberapa tips bagi Anda yang berencana memiliki bayi cerdas. Yuk, baca artikel ini selengkapnya.

Tips 1: Nutrisi lengkap dan bergizi!

Jangan remehkan nutrisi dan gizi Anda saat Anda sedang hamil. Ada pelbagai brainfood yang bisa Anda susun sebagai menu sehat nan bergizi sekaligus sebagai asupan bagi otak si calon bayi. Tak perlu takut gemuk atau terlihat jelek. Sudah sewajarnya berat tubuh Anda naik beberapa kilo, karena Anda sedang mengemban tanggung jawab menyenangkan yang patut disyukuri. Jadi perhatikan dan cukup gizi serta nutrisi Anda.

Tips 2: Ajak ia berbincang

Semuda apapun usia bayi yang ada di dalam kandungan Anda, ia sudah mengerti lho jika Anda mengajaknya berbicara. Untuk itulah terkadang bayi juga perasa dan dapat merasakan apa yang dialami oleh ibunya, entah saat itu ibunya sedang sedih atau bahagia. Ajak si bayi berbincang topik-topik menyenangkan sejak dini. Adalah benang perasaan yang ada di dalam diri Anda dan dia yang menyalurkan pesan komunikasi, baik secara verbal maupun non verbal. Usap perut Anda sebagai pernyataan sayang dan perhatian. Anda tak akan pernah tahu bahwa sebenarnya Anda membangun sebuah pondasi kecerdasan dalam berkomunikasi dengannya.

Tips 3: Ajak ia bermain

Belum dilahirkan kok sudah diajak bermain? Oh, siapa bilang ia tak bisa, bisa kok! Permainan tujuannya adalah membuat dia terhibur dan bahagia, untuk itu sebaiknya permainan ini dilakukan bersama suami agar terjalin kedekatan antara Anda, dia dan ayahnya.

Tips 4: Musik klasik

Tentunya Anda sudah pernah mendengar dan bahkan mungkin mempraktekkannya. Ya, memang gubahan musik klasik dikenal dapat merangsang pertumbuhan otak dan meningkatkan kecerdasan bayi sejak dini. Irama yang teratur dan cenderung tenang membuat bayi nyaman, dengan demikian konsentrasi lebih mudah terbentuk.

Tips 5: Membaca sejak dini

Ajarkan ia membaca sejak dini. Bacakan beberapa cerita pendek untuknya, dan jangan lupa, hayati juga cerita itu. Lakukan acara membaca ini secara rutin dan pilih bacaan menarik yang mengandung pengetahuan atau memuat saran moral.

Tips 6: Touching time!

Sisihkan waktu 5 menit, Anda dan pasangan saling bergandengan tangan kemudian memberikan sentuhan lembut pada perut Anda agar dapat dirasakan si bayi. Khasiatnya? si bayi merasa perhatian dan kenyamanan diberikan untuknya, dan jalinan perasaan terpaut lebih erat. Hal ini juga dapat membuat si bayi saat dewasa kelak menjadi anak yang lebih penurut, dan dekat dengan keluarga. (Source Metro TV)

Bakat Anak : Gifted, Talented, Genius, Prodigy

Jumat, 20 Januari 2012 - Diposting oleh Badal di 23.59


Banyak istilah keberbakatan (anak berbakat) yang digunakan di psikologi seperti gifted, talented, genius dan prodigy ternyata tidak memiliki satu definisi atau batasan yang sama, hal ini baru saya ketahui setelah membaca buku karya Reni Akbar-Hawadi (Keberbakatan Intelektual Melalui Metode Non-tes dengan Pendekatan Konsep Keberbakatan Renzulli). Tetapi pada kesempatan kali ini saya akan coba merangkum definisi-definisi tersebut dan menjelaskannya sedikit.

Istilah gifted ditujukan untuk orang, anak didik atau siswa yang memiliki kemampuan akademis (secara umum) yang tinggi, yang ditandai dengan didapatkannya skor IQ yang tinggi pada pengerjaan tes kecerdasan/intelegensi (terkait: IQ Tidak Sama dengan Kecerdasan), sedangkan talented adalah kebalikannya, ditujukan untuk orang yang memiliki kemampuan unggul dalam bidang akademis yang khusus (seperti matematika, bahasa), juga bidang seni, musik, dan drama. Jadi kalau gifted itu ditujukan untuk kemampuan akademis secara umum, sedangkan talented ditujukan untuk dua kemampuan unggul:

Bidang akademis khusus

Bidang non-akademis

Contoh orang yang talented bisa diwakili oleh Bung Karno yang sangat jago dalam berpidato dan jago menguasai massa. Presiden Soekarno (EYD: Sukarno) dapat berpidato berjam-jam tanpa jeda dan tanpa teks, dan anehnya pendengarnya tidak jenuh-jenuh dan tetap serius mendengarkan beliau. Mengenai betapa berbakatnya Bung Karno dalam kemampuan berpidato dan mempersuasi massa dapat dibaca pada artikel Keajaiban-keajaiban Pidato Bung Karno.

Kemudian apa bedanya gifted dan genius (jenius)? Genius merujuk pada individu yang telah menampilkan kemampuan tingkat tinggi yang luar biasa pada prestasi bermakna, sedangkan gifted adalah secara umum merujuk pada mereka yang menampilkan tanda-tanda atau indikasi kemampuan superior. Jadi, seorang gifted belum tentu orang yang jenius, sebab gifted belum tentu memberikan kontribusi unik pada lingkungannya dalam kurun tertentu, tetapi orang jenius sudah pasti seorang gifted. Contoh orang jenius bisa diwakili oleh Bapak B.J. Habibie yang banyak memberikan kontribusi yang mengagumkan dalam bidang teknologi penerbangan di Indonesia dan dunia, juga berkontribusi atas perkembangan demokrasi di Indonesia. Mengenai kontribusinya dapat dibaca pada artikel Biografi (Lengkap) BJ Habibie : Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia.

Istilah prodigy (anak ajaib) merujuk pada anak yang mampu berprestasi secara menakjubkan dalam bidang keterampilan tertentu seperti matematika, catur dan musik. Jadi prodigy ini boleh dibilang sama dengan talented menurut pengertian di atas. Contoh orang seperti ini barangkali bisa diwakili oleh Utut Adianto, seorang pecatur yang sering dianggap sebagai yang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Ia adalah Grandmaster (GM) Indonesia berperingkat tertinggi di dunia saat ini. Saat meraih gelar grand master, ia adalah pecatur Indonesia termuda yang berhasil mencapai prestasi ini, yaitu pada usia 21 tahun.

Ciri-ciri fisik, antara lain :
- Sehat dan perkembangan psikomotorik lebih cepat dari rata-rata, dalam kemampuan koordinasi.
2. Ciri-ciri mental-intelektual, antara lain :
- Usia mental lebih tinggi daripada rata-rata anak normal. Daya tangkap dan pemahaman lebih cepat dan luas.
- Dapat berbicara lebih dini.
- Hasrat ingin tahu lebih besar, selalu ingin mencari jawaban.
- Kreatif.
- Mandiri dalam bekerja dan belajar.
- Mempunyai cara belajar yang khas.
3. Ciri-ciri emosional, antara lain :
- Punya kepercayaan diri yang kuat.
- Konsisten sampai keinginannya terpenuhi.
- Peka terhadap situasi di sekelilingnya.
- Senang dengan hal-hal yang baru.
Ciri-ciri tersebut dapat pula berkembang menjadi ciri-ciri yang negative, seperti: lekas bosan terhadap hal-hal yang rutin, egois dsb.
4. Ciri-ciri sosial, antara lain :
- Senang bergaul dengan anak-anak yang lebih tua.
- Suka permainan yang mengandung pemecahan masalah.
- Suka bekerja sendiri.
- Mempunyai ciri kepemimpinan.
Ditinjau dari segi negatif dapat berkembang ciri-ciri seperti :
- Sukar bergaul dengan teman sebaya.
- Sukar menyesuaikan diri dalam berbagai bidang.
Bakat sebagai aptitude biasanya diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi ( potential ability ) yang masih perlu dikembangkan atau dilatih.Yang dimaksud dengan anak berbakat ( menurut keputusan Seminar Nasional Pengembangan Pendidikan Luar Biasa 15-17 September 1980 ) adalah : Mereka yang oleh orang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi menonjol karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul. Anak-anak tersebut memerlukan program pendidikan yang berdiferensial dan/atau pelayanan di luar jangkauan program sekolah biasa agar dapat merealisasikan sumbangan mereka terhadap masyarakat maupun terhadap diri sendiri.
Sedangkan kemampuan adalah daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan menunjukan bahwa suatu tindakan dapat dilaksanakan, sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang.
Bakat dalam kemampuan tersebut, baik secara potensial maupun yang telah nyata, meliputi :
- Kemampuan intelektual umum,
- Kemampuan akademik khusus
- Kemampuan berpikir kreatif-produktif
- Kemampuan memimpin
- Kemampuan dalam adalah satu bidang seni
- Kemampuan psikomotorik ( Martinson, 1974 )
Landasan Pengembangan Anak Berbakat
Bila kita mengembangkan suatu program untuk anak berbakat, maka penting diketahui bahwa kebutuhan dan kepentingan unik si individu sangat penting bagi perkembangannya. Anak berbakat tidak saja diidentifikasikan karena kemampuan yang lauar biasa ( outstanding ability ) dalam segi intelektual akademis, tetapi juga dalam bidang bepikir kreatif, kepemimpinan, kesenian, dan kesenian visual.
Di dalam program anak berbakat, anak diharapkan dapat didorong mengembangkan ide baru melalui kombinasi penalaran divergen dan konvergen, dengan bimbingan eksternal yang minimal dalam setiap bidang usaha. Untuk itu diperlukan suatu struktur program bimbingan konseling bagi anak berbakat yang meliputi beberapa dimensi tertentu, yaitu orientasi dan pengembangan individu secara menyeluruh melalui kegiatan kelompok.
Karakteristiknya
Salah satu ciri anak berbakat dalam pandangan Paul E. Vemon adalah dorongan rasa ingin tahu secara intelektual ( intellectual curiosity ) yang cukup tinggi pada anak. Tak heran orang tua kewalahan memiliki anak berbakat dengan kekayaan keingintahuan yang besar ini.
Anak berbakat juga mempunyai daya abstrak dan pelanaran besar. Mereka mudah menangkap penjelasan materi sulit dan mempu merangkai fakta, sehingga terbentuk pola hubungan sebab akibat maupun logika berpikir lainnya.
Anak berbakat juga memiliki minat luas, kemampuan dan kesiapan belajar tinggi, konsentrasi dan ketekunan besar dengan sifat tidak mudah putus asa dalam mencari pemecahan masalah.

10 Tanda Bahwa Anak Anda Adalah Anak Berbakat Cerdas dan Jenius Seperti Einstein

Diposting oleh Badal di 23.58
Banyak orang tua yang memberikan balita mereka mainan terkini. Namun kebanyakan balita akan tampak jenius hanya dimata orang tuanya. Ada juga balita yang memang sudah berbakat sejak lahir.

Bagaimana melacak bakat anak Anda? Laman lilsugar.com, memberikan petunjuknya. Berikut 10 petunjuk itu.

1. Mengumpulkan Informasi dengan Detail dan jelas
Kalimat “Masuk kuping kanan keluar kuping kiri”, terlihat umum bagi semua anak-anak. Tapi bagi mereka yang memiliki intelejensi akan mampu menangkap berbagai informasi dan menceritakannya dikemudian hari.

National Association of Gifted Children (NAGC) memberikan contohnya. “Seorang anak usia 6 tahun yang baru kembali dari perjalanannya ke museum mampu menggambarkan dengan akurat roket ruang angkasa yang dilihatnya.”

2. Rasa Ketertarikan yang Luas dan Dalam Pada Banyak Bidang
Anak yang berbakat umumnya menampakkan ketertarikannya terhadap berbagai macam topik dan tertarik tidak hanya pada permukaan saja tetapi juga mendalami bidang ketertarikan tersebut. Mereka mungkin suka Dinosaurus serta mempelajari segala hal detail mengenainya sampai mahir pada bulan tertentu, ruang angkasa bulan berikutnya dan seterusnya.

3. Kemampuan Mendengarkan Orang Lain
Jika anak Anda adalah balita yang cerdas, ia akan mampu memahami dan mendengar orang lain sejak usia dini hingga dewasa tanpa diminta. Mereka umumnya balita yang tidak banyak bicara. Jadi pepatah Tong Kosong Nyaring Bunyinya adalah benar

4. Berbakat di Bidang Seni
Anak-anak yang menampilkan bakat tidak biasa dibidang seni dan atau musik lainnya, kadang dipercaya merupakan anak yang diberkati. Balita yang mampu menggambar sesuatu dengan jelas, mampu membuat garis yang sempurna atau menggambarkan tingkat pemahaman seni yang tinggi umumnya masuk kategori anak-anak berbakat.

5. Memperlihatkan Konsentrasi yang Sungguh-sungguh
Anak-anak dikenal tidak suka berkonsentrasi dengan lama. Namun jika anak Anda termasuk yang suka berkonsentrasi atau tertarik terhadap sesuatu dengan periode yang lama, maka anak tersebut bisa dikatakan sebagai anak berbakat.

6. Punya Memori yang Bagus
Beberapa balita yang berbakat mampu mengingat sesuatu dengan baik sejak mereka kecil. Sebagai contoh, anak umur dua tahun mampu mengingat dan menceritakan kembali kejadian sejak dia umur 18 bulan.

7. Punya Kosakata yang Maju
Balita yang mampu berbicara pada usia dini mungkin tidak termasuk dalam tanda-tanda berbakat. Tetapi jika si kecil Anda mampu menggunakan kosakata dan kalimat yang maju, maka ia memang cerdas seperti yang Anda pikirkan. Misalnya, menurut NAGC, jika anak pada usia dua tahun umumnya membuat kalimat, “Ada Anjing.” Maka anak dua tahun yang berbakat akan mampu membuat kalimat yang panjang. Seperti, “Ada anjing coklat di taman belakang dan dia mengendus bunga kita.”

8. Perhatian Terhadap Detil
Anak yang berbakat memiliki perhatian terhadap detil. Anak yang lebih tua lebih ingin tahu secara spesifik bagaiman cara kerja sesuatu. Sementara anak yang lebih kecil akan mampu menempatkan kembali dimana ia mengambil mainannya atau ia tahu kalau sesuatu telah dipindahkan dari tempat asalnya.

9. Sangat Peduli Orang Lain dan Lingkungannya
Pada umumnya anak-anak tidak terlalu peduli dengan dirinya atau orang lain, kecuali jika temannya memiliki sesuatu yang dia mau. Tidak dengan anak-anak berbakat, mereka peduli dan berbelas kasihan dengan orang lain dan juga sangat tidak egois.

10. Memahami Sesuatu yang Kompleks
Balita yang memiliki kecerdasan tinggi mempunyai kemampuan untuk memahami sesuatu yang kompleks, peduli terhadap hubungan dan berpikir secara abstrak. Mereka mampu memahami masalah secara dalam dan memikirkan pemecahannya.

Kenali Anak Cerdas dan Berbakat Istimewa

Diposting oleh Badal di 23.57
Kenali Anak Cerdas dan Berbakat Istimewa

Dikutip dari KOMPAS.Com Jika anak Anda kelewat nakal dan tidak bisa diam, jangan berpikiran buruk dulu tentangnya. Bisa jadi anak Anda adalah satu dari sekitar 1,3 juta anak berbakat istimewa dan cerdas istimewa (gifted talented) atau juga disebut anak-anak CI+BI di Indonesia.

Menurut Amril Muhammad, seorang pengajar di Cugenang Gifted School, salah satu sekolah yang khusus dirancang untuk anak-anak berbakat tersebut, seorang anak gifted memiliki kecenderungan lebih nakal dari anak sebayanya. Mereka memiliki rasa penasaran yang lebih dan cenderung senang bergaul dengan orang dewasa.

"Itu salah satu ciri-ciri luar yang dapat diperhatikan," kata Amril usai menghadiri Malam Peduli Anak Duafa Berbakat, di Jakarta, malam.

Selain ciri-ciri luar tersebut, kata Amril, seorang anak gifted dapat dikenali dari kecerdasan intelektualnya yang very superior dengan skor IQ di atas 130. "Pada lembar identifikasi dini, mereka memiliki kecepatan menyerap lebih dari teman sebayanya, seperti lebih cepat membaca," katanya.

Skor yang tinggi juga terlihat pada tes kreativitas dan komitmen kerja. Seorang anak gifted, kata Amril, memiliki ketertarikan kerja atau komitmen kerja yang luar biasa terhadap pekerjaan yang dia senangi.

"Misalnya saja dia senang main play station. Maka dia akan main terus, tidak berhenti," katanya. Dan jika kesenangannya tersebut diusik, maka anak gifted akan mengerahkan kreatifitasnya yang luar biasa. "Kalau dihalangi orangtua misalnya, kabel play station-nya dicabut, maka dia akan penasaran, dia utak-utik, sampai akhirnya bisa disambung lagi kabel itu," ujar Amril.

Sedangkan secara fisik, seorang anak gifted, menurut Amril, dapat dikenali dari tinggi badannya saat lahir. Tinggi badan anak gifted sejak lahir berkisar 53-54 sentimeter. "Space otak anak gifted lebih besar dari anak lain," tambahnya.

Meskipun memiliki perkembangan motorik kasar yang melebihi batas normal, anak gifted tertinggal dalam perkembangan motorik halus. Mereka, kata Amril, umumnya kesulitan menulis saat masuk sekolah dasar.

"Anak gifted sangat perfeksionis sehingga perkembangan kognitif yang luar biasa sulit disalurkan dalam tulisan," ucap Amril.

Kecenderungkan teguh pendirian, tidak takut mengerjakan apa yang dia yakini menjadi potensi sukses seorang anak gifted. Mereka memiliki kelebihan empat kali dari anak lainnya.

Namun, jika tidak dikenali, dibimbing, dan difasilitasi dengan pendidikan yang tepat, maka kelebihan anak gifted tersebut dapat menjadi negatif. "Salah satunya ya itu teroris Imam Samudra, saya pernah bicara dengan dia, dan memang dia termasuk gifted. Dan yang positif, Ibu Sri Mulyani," imbuh Amril.

Deteksi Dini Gejala Autis Pada Anak Anda

Diposting oleh Badal di 23.57
Banyak orangtua yang merasa ketakutan anaknya akan terlahir autis. Beberapa tanda autis sebenarnya bisa dideteksi mulai dari bayi lahir hingga anak berumur lima tahunan. Deteksi dini bisa mengurangi beban mental dan mempercepat penanganan maupun penyembuhan anak autis. Autis terjadi pada 1 dari 700 orang dan lebih banyak terjadi pada laki-laki. Gejala autis biasanya sudah bisa terlihat sejak umur 18 bulan hingga 3 tahun. Beberapa tanda autis juga bisa diketahui sejak bayi.

Anak autis memiliki perkembangan otak yang tidak biasa dan menghasilkan sikap introvert (tertutup), tidak mau berinteraksi dengan lingkungan dan mungkin menjengkelkan bagi sebagian orangtua karena sikapnya yang seakan-akan tidak menurut.

Seperti dikutip dari Disabledworld, berikut ini beberapa gejala autis yang bisa dideteksi mulai dari bayi hingga tahun kelima pertumbuhan anak:

Baru lahir
Sejak bayi, anak autis biasanya tidak bisa merasakan atau merespons kehadiran orangtuanya. Ia tidak akan tertarik untuk melakukan kontak mata dan cenderung tertarik dengan objek yang bergerak. Bayi autis juga lebih banyak diam dan tidak menangis selama berjam-jam.

Tahun Pertama
Ada sejumlah kemampuan utama yang umumnya dicapai anak anak dalam usia setahun antara lain berdiri dengan bantuan orangtua, merangkak, mengucapkan sebuah kata sederhana, menggerakkan tangan, tepuk tangan atau gerak sederhana lainnya.

Jika anak tidak dapat melakukan kemampuan ini, tidak berarti itu gejala autisme. Ia dapat saja mencapai kemampuan itu nanti. Namun tak ada salahnya untuk waspada dan segera periksakan jika anak tak mencapai satu pun kemampuan umum diatas.

Tahun Kedua
Gejala autisme terlihat lebih jelas jika anak tidak tertarik pada ibunya atau orang lain, jarang menatap atau tidak terjadi kontak mata, tidak menunjuk atau melihat pada objek yang diinginkan, tak dapat mengucapkan dua patah kata, kehilangan kata-kata yang sebelumnya ia kuasai, mengulang-ulang gerakan seperti menggoyangkan tangan atau mengayunkan tubuh ke depan-belakang, tidak suka bermain, sering berjalan berjinjit.

Tahun Ketiga-Kelima
Gejala autisme setelah tahun kedua, semua yang terjadi pada tahun sebelumnya di atas dengan tambahan terobsesi oleh suatu objek tertentu seperti mainan atau game, sangat tertarik dengan suatu rutinitas, susunan atau keteraturan benda, sangat marah jika keteraturan atau susunan benda terganggu, sensitif terhadap suara keras yang sebenarnya tidak mengganggu anak lainnya dan sensitif terhadap sentuhan orang lain seperti tak suka dipeluk.

Jika bayi memiliki salah satu atau beberapa gejala di atas, segera periksakan ke dokter spesialis untuk meyakinkan kekhawatiran orangtua dan meringankan beban mental sedini mungkin.

Tapi jika anak didiagnosa autis, jangan lekas merasa bersalah dengan menyalahkan diri karena tidak menjaga kandungan dengan baik selama kehamilan. Perlu diingat, lahirnya anak autis bukan kesalahan ibunya. Bahkan hingga kini penyebab autis masih belum dapat dipastikan.

Sebaliknya, usahakan tetap memberikan cinta dan kasih sayang layaknya pada anak normal. Anak autis hanyalah anak yang punya kondisi otak berbeda dengan anak lainnya. Sadari pula bahwa anak autis adalah anak spesial karena memiliki kemampuan yang berbeda dengan anak umumnya, oleh karena itu penanganannya pun harus spesial.

Lakukan konsultasi secara rutin dengan pakar dan jika perlu, masukkan anak ke sekolah khusus. Tapi jika kondisinya masih sedang dan tidak terlalu berat, cukup beritahukan pada gurunya bahwa ia butuh perhatian khusus. Yang perlu diketahui pula, penderita autis bisa disembuhkan asal rajin dan telaten mengawasi anak tersebut.

Jadi ketika suatu hari orangtua menyadari bahwa sampai usia 3 tahun anak tetap tidak memberi respons atau tidak bersikap interaktif seperti anak-anak lainnya, orangtua patut curiga 'Mungkinkah anak saya autis?' Mungkin hanya orang tua saja yang tau akan sikap dari anak-anaknya sehari-hari

Mengatasi Keluhan Psikis Dan Fisik Setelah Bersalin

Diposting oleh Badal di 21.01
Saat-saat membahagiakan bagi ibu yang baru saja bersalin adalah melihat, memeluk dan mencium bayinya. Namun perasaan bahagia sering diselingi munculnya keluhan psikis maupun fisik. Bagaimana mengatasinya?

KELUHAN PSIKIS
Rasa suka cita bisa berganti "duka" tatkala ibu yang baru melahirkan mengalami gangguan psikis. Biasanya perasaan-perasaan tak enak muncul di minggu pertama atau minggu kedua setelah bersalin dan berlangsung hingga kurang lebih satu bulan lamanya. Kendala psikologis yang disebut postpartum blues atau baby blues syndrome ini sebenarnya tidak aneh, karena secara alamiah banyak dialami ibu yang baru melahirkan meski tidak semuanya.

1. GEJALA
Berbagai hal berikut merupakan gejala gangguan psikologis yang biasanya dialami ibu setelah bersalin:

* Merasa bosan, sedih, bahkan menangis
Sesudah melahirkan, ibu merasa "bosan" karena yang dihadapinya sehari-hari hanyalah seputar perawatan dan pengasuhan bayi yang cukup merepotkan. Apalagi jika tak ada siapa pun yang membantu. Di sisi lain, bayi yang semula manis kini sering rewel dan menangis tiada hentinya. Semua cara sudah dikerahkan tapi si kecil tetap saja menangis. Alhasil, ibu ikut-ikutan sedih bahkan menangis. Rasa kecewa atau kesal bercampur aduk karena segala upaya yang sudah dilakukan ternyata tak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

* Mudah marah, tersinggung dan perasaan lebih sensitif
Kala melihat bayi menangis, sering muntah, dan sebagainya, ibu secara tak sadar malah memarahi atau membentak si kecil. Di sisi lain, suami biasanya bingung kenapa istrinya jadi sensitif dan mudah tersinggung. Yang ada, tambah kesal deh ibu pada suami, orang tua, bahkan mertua jika mereka sepertinya tak membantu menyelesaikan masalah. Di sisi lain, ibu mungkin kurang terbuka atau enggan mengemukakan kendala yang sedang dialami. Sebenarnya, lantaran tak pernah curhat itulah, orang-orang terdekat jadi tak memahami apa sebenarnya yang tengah dirasakan. Ujung-ujungnya terjadilah konflik dengan suami, orang tua, atau mertua.

* Merasa terasing, bersalah, dan malu
Selama berada di RS, begitu usai melahirkan, ibu mendapatkan perhatian penuh dari keluarga, kerabat, teman dan lainnya. Namun, begitu pulang ke rumah, kondisi bisa berubah 180 derajat. Ibu kurang mendapat perhatian dari lingkungan terdekat dan harus mengurus si bayi lebih intens dari siapa pun. Bagaimana tidak? Suami mulai kembali sibuk bekerja. Masalah bisa makin bertumpuk tatkala ibu menemui kesulitan dalam memberikan ASI misalnya, sementara tuntutan mengurus kebutuhan suami dan diri sendiri harus tetap dipenuhi.

Bayangan semula yang terasa menyenangkan kini menyergap dalam bentuk aneka kerepotan. Akibatnya, ibu merasa terasing. Belum lagi bila orang tua atau mertua banyak memberi komentar atau terlalu ikut campur soal pengurusan anak hanya karena merasa lebih berpengalaman. Hal-hal semacam ini gampang membuat ibu semakin bingung. Dalam hati, muncul rasa bersalah sekaligus malu bila dikomentari kurang terampil mengurus anak dan sebagainya.

2. KENALI PENYEBABNYA
Secara umum, gangguan psikis ini disebabkan beberapa faktor, yaitu:
* Perubahan hormon
Perlu diketahui, ketika mengandung bahkan setelah melahirkan terjadi "fluktuasi" hormonal dalam tubuh. Hal inilah yang antara lain menyebabkan terjadinya gangguan psikologis pada ibu yang baru melahirkan.
* Kurangnya persiapan mental
Yang dimaksud di sini adalah kondisi psikis atau mental yang kurang dalam menghadapi berbagai kemungkinan seputar peran ganda merawat bayi, pasangan, dan diri sendiri. Terutama hal-hal baru dan "luar biasa" yang bakal dialami setelah melahirkan. Ini tentunya dapat menimbulkan masalah.

3. SOLUSI
Berbagai keluhan psikis rata-rata dialami ibu yang baru pertama kali melahirkan. Namun, bukan berarti setiap ibu pasti mengalami sindrom baby blues. Kalau kendala tersebut tak terselesaikan dengan baik biasanya keluhan serupa akan muncul kembali di pascapersalinan berikutnya. Bekal teori tentang pengasuhan anak atau persiapan diri sejak awal tentunya akan sangat membantu ibu untuk lebih siap. Termasuk ketika mengalami kendala psikis. Memang bukan jaminan ibu yang paham mengenai baby blues syndrome dan cara mengatasinya, otomatis tak akan mengalami kendala tersebut. Kalaupun sudah telanjur mengalami sindrom itu, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:

* Dukungan orang terdekat
Dukungan suami, orang tua, mertua sangat dibutuhkan. Dalam hal ini, penting sekali peran serta orang-orang terdekat untuk membantu meringankan tugas ibu mengasuh/merawat sang bayi dengan cara bagi-bagi tugas. Dengan begitu, beban yang dipikul jadi jauh lebih ringan. Selama 2 minggu pascamelahirkan, suami sebaiknya mendampingi istri tercinta.
Mengapa? Karena di masa ini ibu tengah beradaptasi dengan bayi dan segala permasalahannya. Bila masa ini terlewati dengan baik biasanya kendala pengasuhan dan perawatan bayi bisa teratasi. Yang tak kalah penting, suami seharusnya mengerti kondisi istri setelah melahirkan. Suami harus lebih sabar dan mengerti jika istrinya jadi uring-uringan. Cobalah pahami masalah yang dihadapi dan bantulah mencari jalan keluar dari masalah tersebut.

* Curhat pada orang-orang yang dipercaya
Berbagi masalah dengan orang-orang yang dipercaya seperti teman, saudara, orang tua, atau sesama ibu yang pernah mengalami hal serupa tentu bisa membantu. Setidaknya, Anda tidak merasa sendirian karena bisa bertukar pikiran mengenai cara-cara mengatasi keluhan psikis yang dialami. Meski Anda sudah banyak membaca literatur tentang cara mengatasi sindrom tersebut, adakalanya teori yang didapat berbeda dari kenyataan masalah yang dihadapi.

* Konsultasi pada psikolog
Jika dukungan suami atau orang terdekat lainnya tak bisa diharapkan atau tak menghasilkan solusi yang memuaskan, pilihan alternatifnya adalah konsultasi pada yang ahli, yaitu psikolog yang dapat membantu mencarikan jalan keluar dari masalah seputar pascapersalinan. Berkonsultasi dengan pakar membuat ibu setidaknya berpikir bahwa persoalan yang dihadapi bukanlah sesuatu yang "abnormal", melainkah wajar.

* Persiapan jauh-jauh hari
Di atas semua itu, yang terpenting adalah persiapan jauh-jauh hari, termasuk di dalamnya persiapan mental, fisik maupun finansial. Perbanyaklah pengetahuan atau informasi yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan, pengasuhan anak dan sebagainya. Dengan begitu, permasalahan kehamilan ataupun kendala setelah melahirkan setidaknya bisa teratasi dengan baik. Kalau kegiatan membaca literatur tentang perawatan bayi baru dilakukan ketika si kecil sudah lahir penyerapan informasinya mungkin kurang optimal. Bisa dibayangkan bukan, karena di saat yang bersamaan Anda sudah disibukkan dengan aktivitas merawat si kecil yang seolah tiada habis-habisnya.

KELUHAN FISIK
Selain keluhan psikis, ibu yang baru melahirkan juga mengalami berbagai gangguan fisik berikut:
* Badan lelah, capek atau letih
Setelah melahirkan, dipastikan ibu mengalami kelelahan yang luar biasa. Apalagi jika prosesnya cukup kompleks dan sulit. Salah satu solusinya adalah cukup beristirahat serta mengonsumsi makanan bergizi. Apalagi kalau ternyata Anda mengurus bayi tanpa dibantu suami, saudara, orang tua/mertua, atau pengasuh. Mengurus anak sendirian dari A sampai Z pasti sungguh melelahkan. Tubuh pasti gampang letih. Belum lagi jam tidur yang pasti jadi berkurang karena bayi akan sering bangun di malam hari sementara tugas-tugas domestik lainnya juga mesti ditangani. Bisa-bisa, pola makan Anda jadi tak teratur karena semua kesibukan baru tadi. Bukan mustahil Anda mudah jatuh sakit.

* Tubuh melar dan perut membuncit
Akibat kehamilan, mayoritas ibu mengalami pemekaran tubuh. Hal ini tentu wajar karena sejak kehamilan secara perlahan tubuh Anda menyiapkan diri menyambut si kecil. Salah satunya dengan pertambahan berat badan. Usai melahirkan, jangan harap berat badan bisa langsung kembali langsing. Proses penurunan berat badan haruslah terjadi secara alamiah atau bertahap. Apalagi Anda harus menyusui bayi yang membuat kebutuhan asupan makanan jadi bertambah. Jadi, tak perlu minder dengan bentuk tubuh yang Anda miliki sekarang. Yakinlah bahwa tubuh seorang perempuan hamil dan menyusui memenuhi kriteria seksi yang istimewa. Tak perlu khawatir suami tak lagi tertarik pada Anda.

Kalaupun Anda merasa harus melakukan berbagai cara untuk menurunkan berat badan, boleh-boleh saja. Asalkan itu bukan diet ketat atau bahkan dengan proses sedot lemak. Yang dianjurkan hanyalah cara-cara sehat dan alamiah, yakni mengatur pola makan sedemikian rupa sambil tetap memperhatikan kebutuhan gizi untuk menyusui. Barengi dengan melakukan olahraga ringan secara teratur. Niscaya segala keluhan seputar berat badan dan perut yang "membuncit" bisa teratasi.

* Payudara bengkak atau mengeras
Setelah melahirkan, secara alamiah payudara ibu akan memproduksi ASI. Proses hormonal ini pada awalnya akan menyebabkan payudara menjadi bengkak atau mengeras sehingga terasa kencang dan sakit. Namun setelah menyusui, biasanya keluhan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Melakukan pijat di sekitar payudara agar proses keluarnya ASI lancar juga bisa membantu mengurangi rasa sakit yang dialami.

* Keregangan kulit (stretch marks)
Kondisi ini biasanya dialami selama kehamilan dan setelah melahirkan. Umumnya terjadi di bagian perut, pinggul, dan paha. Keregangan kulit ini dapat menyebabkan kulit pecah-pecah. Untuk mengatasinya, gunakan krim khusus yang dapat menipiskan bekas-bekas guratan tadi meski sebenarnya kondisi ini tak dapat dihilangkan sama sekali.

* Varises
Umumnya, sesudah melahirkan wanita tak lagi dihantui gangguan varises. Namun pada beberapa ibu, varises tetap masih terjadi. Untuk mengatasinya, mau tidak mau ibu harus telaten menjalani pengobatan dan perawatan yang pas.

* Sering mulas
Setelah melahirkan rasa mulas mungkin saja muncul. Kenapa? Karena secara alamiah, saat ibu menyusui terjadi kontraksi pengerutan rahim yang kemudian dirasakan sebagai mulas tadi.

* Sulit buang air kecil dan buang air besar
Keluhan ini disebabkan pengaruh hormonal. Bisa juga terjadi sebagai akibat tekanan kepala bayi ketika melewati jalan lahir. Untuk mengatasinya, ada terapi atau pelatihan yang bisa ditanyakan pada dokter obgin agar ibu bisa kembali mudah buang air. Jangan lupa, minum yang banyak serta makan makanan yang banyak mengandung serat, seperti sayur dan buah-buahan.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls