10 Hal Membuat Pria Menangis

Jumat, 13 Januari 2012 - Diposting oleh Badal di 05.36
Dibandingkan wanita, pria memang lebih jarang terlihat menangis. Hal itu karena banyaknya anggapan bahwa pria yang menangis, akan terkesan tidak maskulin.
Meskipun terkesan lebih tegar daripada wanita, ada hal-hal yang bisa membuat pria menangis tersedu-sedu. Apa saja? Dikutip dari BBC dan Art of Manliness, berikut ini 10 hal yang bisa membuat air mata pria terurai.

1. Kematian Orang yang Dicintai
Siapa yang tidak sedih kehilangan orang yang dicintai? Hal yang sangat normal ketika melihat pria menangis saat kehilangan orang dicintainya, baik kekasih, keluarga maupun teman. Malah terbilang jarang, pria yang tidak menangis jika ada orang terdekatnya yang meninggal.

2. Kematian Hewan Peliharaan
Tak hanya manusia, kehilangan hewan kesayangan juga bisa membuat pria menitikkan air mata. Hubungan antara hewan peliharaan dan tuannya bisa sangat dekat, jika dia sudah merawatnya sejak kecil atau banyak menghabiskan waktu bersama.

3. Melihat Orang yang Disayanginya Sengsara
Pria tak tahan jika melihat orang-orang yang disayanginya mengalami kesengsaraan. Pria bisa menangis ketika adiknya ternyata mengonsumsi narkoba, atau melihat kekasihnya terbaring di kamar ICU karena sakit. Ketidakmampuan menyelamatkan orang-orang tercinta dari situasi buruk, membuatnya kecewa pada diri sendiri dan akhirnya timbul kesedihan yang mendalam.

4. Mengecewakan Keluarga atau Orang Terdekat
Arnold Schwarzenegger dikabarkan sempat menangis saat akan diceraikan istrinya karena ketahuan berselingkuh. Ya, membuat kekasih atau orang dekatnya kecewa merupakan satu hal yang bisa buat pria menangis. Dibandingkan membuat orang marah, perasaan bersalah akan lebih besar melingkupi dirinya jika orang tersayang jadi kecewa karena perbuatannya.

5. Dicampakkan
Ditinggalkan kekasih karena pria lain, akan membuat harga dirinya turun drastis. Dia merasa egonya telah terluka sangat dalam. Pada tingkat kekecewaan dan sakit hati yang sudah parah, pria biasanya tidak akan bisa menahan air matanya lebih lama lagi.

6. Tim Olahraga Favoritnya Kalah
Sebagian besar pria merupakan penggemar berat jenis dan tim olahraga tertentu. Misalnya sepak bola, bulu tangkis, basket atau football. Kecintaan yang fanatik akan tim favorit kadang bisa membuat seseorang bertindak di luar nalar. Termasuk menangis kecewa karena tim jagoannya kalah.


7. Membuat Orang Tuanya Bangga
Baik pria maupun wanita, pasti berkeinginan membuat orang tuanya bangga. Tapi bagi pria, ada perasaan emosional tersendiri yang lebih kuat saat melihat rona bahagia di mata orang tuanya. Hal ini karena secara sosial, anak lelaki memang biasanya lebih dituntut untuk menjadi kebanggaan keluarga.

8. Ketika Lamarannya Diterima
Tidak ada jawaban yang lebih diinginkan pria selain kata: "ya, aku bersedia" ketika dia melamar kekasihnya. Air mata pria tidak hanya keluar pada saat sedih saja, tapi juga saat dia merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Salah satunya, bisa menikahi wanita yang dicintainya.

9. Saat Menikah
Meskipun lebih banyak wanita yang menangis saat mengucap janji suci di depan penghulu atau pendeta, pria juga bisa meneteskan air mata di salah satu momen paling penting dalam hidupnya ini. Ada ketegangan dan rasa emosional tersendiri saat seseorang akan melangkah ke dunia baru dalam hidupnya.

10. Kelahiran Anak Pertama
Banyak pria yang merasa tercekat saat melihat kelahiran anak pertamanya. Perasaan bahagia biasanya akan semakin kuat ketika ia menyaksikan prosesi dari awal sampai bayinya lahir.

[Dari Berbagai Sumber di Internet]

Menjadi Ayah Dapat Mengubah Kebiasaan Buruk Pria

Diposting oleh Badal di 05.34
Jakarta, Bayi adalah anugerah Tuhan, sebab ia dapat mengubah pria berandalan menjadi ayah yang penuh kasih sayang. Tidak percaya? Penelitian membuktikan bahwa setelah seorang pria menjadi ayah untuk pertama kalinya, perilaku kriminalitas, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkoholnya menurun drastis.

Dari data yang dilansir di Detik Health, Para peneliti memantau lebih dari 200 anak laki-laki setiap tahun dari usia 12 sampai 31 tahun. Pengamatan dilakukan pada perilaku kriminalitas, kebiasaan merokok, minum akohol, dan pemakaian ganja yang berubah dari waktu ke waktu.

"Penurunan ini merupakan kecenderungan umum pada anak laki-laki terhadap jenis perilaku tertentu ketika memasuki usia dewasa. Menjadi ayah merupakan faktor independen dalam memprediksi penurunan kriminalitas, konsumsi alkohol dan rokok," kata David Kerr, asisten profesor psikologi di Oregon State University dan penulis utama penelitian.

Para peneliti juga menemukan bahwa pria yang menjadi ayah pada usia 20-an dan awal 30-an memperlihatkan penurunan perilaku kriminal dan minum alkohol yang lebih besar dibandingkan dengan yang memiliki anak pertama mereka di usia remaja atau awal 20-an. Pria yang memiliki anak pada waktu yang diharapkan lebih mampu menunjukkan sifat kebapakan dan membuang gaya hidup yang negatif.

"Pada pria yang lebih tua dan lebih muda, konsumsi rokok cenderung menurun setelah kelahiran anak pertama. Perubahan ini akan berakibat baik bagi kesehatan pria dan keluarganya," kata Kerr seperti dilansir ScienceDaily, Selasa (8/11/2011).

Penelitian yang diterbitkan dalam edisi terbaru Journal of Marriage and Family ini menunjukkan bahwa menjadi ayah nampaknya merupakan pengalaman penting yang mengubah perilaku dan gaya hidup pria, bahkan pada pria yang berisiko tinggi terlibat perilaku negatif.

Temuan ini memberi peluang untuk dimulainya terapi psikologis, sebab pria yang baru saja menjadi ayah mungkin sangat bersedia mendengar saran positif untuk mengubah perilaku buruknya. (ir/ir)
Source:Putro Agus Harnowo - detikHealth

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls